Jakarta 20 Januari 2017
Ingin pulang ke rumah sendiri tapi gak bisa pulang.
Punya orang tua tapi seperti tak punya orang tua.
Punya teman tapi tak seperti punya teman.
Sendiri itulah yang kualami .
Betapa sepinya hidup ini. Orang2 harusnya bersyukur, bisa tinggal dirumah bersama orang tua kalian. Bisa makan bersama, hidup bersama, dan beribadah bersama. Aku nyaris tak pernah sekalipun tinggal dan merasakan nya dengan mereka.
Aku hanya ingin bisa tinggal bersama mereka aja rasanya susah banget. Mungkin memang beginilah nasibku sudah digariskan . Aku punya ayah dan ibu, mereka bercerai 18 tahun yang lalu, 6 bulan kemudian ayahku menikah lagi, namun aku tak akur sama sekali dengan ibu tiri ku bahkan sampai hari ini. Ibu kandung ku sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Usiaku sudah 24 tahun, tapi ntah kenapa hidupku ini rasanya hampa.
Tapi tetap menunggu kebahagiaan itu datang, yang entah kapan datangnya, akupun tak tahu.
Sendirian di dunia ini, begini ternyata rasanya, mereka tak pernah mau tahu bagaimana perasaanku. Mereka hanya ingin tahu kalau aku hidup masih dalam jalur yang lurus atau tidak. Kalau aku tidak bisa mencapai apa yang mereka pikir aku harus capai, mereka anggap aku anak yang sial. Iya aku memang mungkin anak yang sial, hidup dan tumbuh di keluarga broken home, tanpa cinta dan kasih sayang. Tapi aku sendiri pun tak mau hidup ku seperti ini. Ku akui semua kebutuhan ku terpenuhi, tapi tak ada yang pernah tahu, hatiku ini dan hidup ku ini hampa rasanya.
Aku nyaris membenci hidupku sendiri, aku sendiri nyaris tak menghargai hidupku sendiri, dimana aku sendiri tahu, di rumah sakit sana ada banyak orang yang berjuang ingin bertahan hidup dengan Segala cara.
Bunuh diri aku takut berujung di neraka, ingin bertahan tak kuat rasanya.
Aku bahkan tak pernah menghisap rokok, minum alkohol , ataupun menjual diriku. Aku masih di jalan yang benar, aku tidak melakukan apa yang buruk dimata Tuhan dan orang tua ku. Tapi kenapa hidupku rasanya masih sial aja? Kenapa? Aku ingin bersabar lagi dan lagi, ingin melihat kenyataan, apakah janji Tuhan itu nyata? Jika aku bersabar di dalam kesesakan ini maka segalanya akan berakhir bahagia indah pada waktunya? Aku ingin lihat, aku masih ingin tabah dan sabar lagi, tapi Kenapa cobaan ini sangat berat sekali rasanya Tuhan? ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar