Jakarta 23 Januari 2017
Hello Readers...
Kali ini topiknya adalah teman masa kecil.
ada diantara sahabat pembaca yang punya sahabat masa kecil?
Semoga Cerita gw bisa menginspirasi.
Nama gw Yovita Lee (nama samaran) gw punya teman masa kecil seorang cowok yang usianya gak jauh beda sama gw, bedanya cuma gw 3 tahun lebih tua dari dia.
Dari kecil gw udah tinggal di tumahnya, berhubung karena ada masalah di rumah tangga orang tua gw, mau gak mau gw tinggal di rumah orang tuanya (mamanya), yang notabene adalah adik kandung papa gw.
Kenangan manis masa kecil kami sangat banyak, berjuta-juta banyaknya, gw yang saat itu adalah anak kecil yang konyol dan penuh dengan ide, sedangkan dia dan kakak ceweknya yang cerdas dan pintar. Dari segi pemikiran kami ini cukup berbeda, aku yang kreatif dan dia yang cerdas dan pintar. Dia selalu mengolok ku dengan pertanyaan soal Matematika yang gw benci. Dia suka pelajaran matematika dan bahasa inggris. Sedangkan gw cuma suka pelajaran Kesenian, Agama, dan Olahraga, hahaha 😄
Banyak hal lucu yang kami lakukan, dari memanggil tukang jualan gerobakan yang lewat di depan rumah dan gak beli. Mencuri daun pisang di rumah tetangga. Hahhah
Main bola, main PS, dan mainan yang paling konyol adalah main ABC, wkwkwkwk.
Setiap ada orang yang bergaya aneh dan berpakaina aneh selalu menjadi bahan tertawaan, idenya siapa lagi kalo bukan dari gw, dan gw suka buat sendiri nama orang itu, tapi dengan nama-nama orang yang aneh dan konyol, yang nyaris gak akan pernah dipakai orang belahan dunia manapun hahahah 😄😄😄
Saat gw mau masuk SMP keluaganya pindah ke kota lain, dan disitulah kami berpisah. Dan kamipun hanya bertemu saat ada acara kumpul keluarga di kotaku. sampai akhirnya saat gw masuk kuliah. karena ada masalah keluarga, mau gak mau gw harus kuliah di kotanya. Dan gw pun pindah dan tinggal dikotanya.
Gw tinggal serumah lagi dengan dia, bedanya kami udah dewasa. Dia semakin ganteng. Dia kuliah di Negeri dan gw di Swasta. Dan Semakin lah hati gw mengidolakan dia. Tapi ntahlah, entah dia juga memiliki perasaan yang sama dengan gw, gw tak pernah tahu. Mungkin tidak, gw tahu banget, gw kenal dia banget, gw ini bukanlah tipe ceweknya sama sekali. Gw jauh dari tipikal cewek yang dia suka.
Hingga sampai akhirnya gw sadar kalau gw ternyata ada rasa untuknya. Walaupun gw udah setiap hari ketemu dia di rumah, gw udah liat semua baik dan buruknya dia gw tetap suka sama dia, gw deg-degan bahkan kalau bicara dengannya. Gw tau dia lagi deketin cewek, walau dihati gw sedih dan cemburu, tapi diluar gw selalu dukung dia, gw selalu semangatin dia, dan gw selalu kasih dia masukan tiap kali dia curhat soal gebetannya.
Dan sekarang kita udah kerja, kita kerja di lain perusahaan tapi di satu kota. Kita ada di ibukota dari negara ini. Tapi kami hampir tidak bertemu, chat juga jarang, selain untuk kepentingan yang sifatnya umum.
Suatu ketika dia pernah ngantarin gw ke kampus, karena saat itu gw sedang ngurusin perlengkapan buat wisuda. Saat gw nyampe di kampus, gw baru sadar ternyata handphone gw ketinggalan di mobilnya dia. Gw usaha cari teman segereja gw yang punya kontaknya dia, ternyata dia udah dikampusnya, ngedengar gw yang bingung dan panik, dengan tenang dan santainya dia mau nganterin HP gw ke kampus gw, padahal jarak dari kampus dia ke kampus gw saat itu agak jauh.
Gw tunggu dia dan karena urusannya dikampusnya dia juga udah selesai, dia nawarin nganterin gw ke travel karena gw mau pergi ke kota lain. Dan entah kenapa di mobil rasanya jantung dan kepala gw rasanya sesak dan kepingin meledak DUAARRR!! dan saat itu hati dan mulut gw ingin langsung bilang I Love You 💓. Makanya gw cepat-cepat turun.
Sampe-sampe saat gw turun dari mobil pun gw jadi grogi dan salting dengannya, bicara pun gw nggak berani tatap wajah dan matanya, hahahah benaran jadi kayak orang bego gw 😄
Dan setelah itu di dalam hati gw, gw selalu berdoa sama Tuhan supaya perasaan ini jangan semakin berkembang. Gw gak mau nyakitin hati gw sendiri. Terkadang gw rindu sama dia, tapi gw gak bisa chat dia ataupun ketemu dia, hati gw rindu kepingin ketemu dia, tapi gw gak berani chat dia atau bilang ke dia. Kita ini masih punya GEN yang sangat dekat, mungkin karena itulah orang tuanya dan saudara kandungnya, kurang setuju jika kami bersama.
Kalo loe kebetulan baca blog gw. Ada yang kepingin gw bilang sama loe.
Gw dari kecil sampai hari ini dan mungkin sampe waktu yang akan datang, gw sayang banget sama lu, I Love You 💓. Gw tau cuma hati gw yang berdebar saat kita ketemu, gw gak akan terlalu banyak berharap soal masa depan tentang kita. Gw cuma mau bilang kalau hati gw selama ini cuma buat lu. Cuma lu yang ada di hati gw. Sampe gak ada cowok mana pun yang bisa masuk ke hati gw, karena pemiliknya lu.
Gw gak mengharap balasan perasaan gw dari lu, apa pun itu gw selalu mendungkung loe. Siapa pun wanita itu nantinya, gw akan dukung loe. Gpp, asalkan loe bahagia. itu udah lebih dari cukup buat gw. 😍😍😍
Adventure of Life
Senin, 23 Januari 2017
Sabtu, 21 Januari 2017
Curhatan anak Broken Home
Jakarta 20 Januari 2017
Ingin pulang ke rumah sendiri tapi gak bisa pulang.
Punya orang tua tapi seperti tak punya orang tua.
Punya teman tapi tak seperti punya teman.
Sendiri itulah yang kualami .
Betapa sepinya hidup ini. Orang2 harusnya bersyukur, bisa tinggal dirumah bersama orang tua kalian. Bisa makan bersama, hidup bersama, dan beribadah bersama. Aku nyaris tak pernah sekalipun tinggal dan merasakan nya dengan mereka.
Aku hanya ingin bisa tinggal bersama mereka aja rasanya susah banget. Mungkin memang beginilah nasibku sudah digariskan . Aku punya ayah dan ibu, mereka bercerai 18 tahun yang lalu, 6 bulan kemudian ayahku menikah lagi, namun aku tak akur sama sekali dengan ibu tiri ku bahkan sampai hari ini. Ibu kandung ku sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Usiaku sudah 24 tahun, tapi ntah kenapa hidupku ini rasanya hampa.
Tapi tetap menunggu kebahagiaan itu datang, yang entah kapan datangnya, akupun tak tahu.
Sendirian di dunia ini, begini ternyata rasanya, mereka tak pernah mau tahu bagaimana perasaanku. Mereka hanya ingin tahu kalau aku hidup masih dalam jalur yang lurus atau tidak. Kalau aku tidak bisa mencapai apa yang mereka pikir aku harus capai, mereka anggap aku anak yang sial. Iya aku memang mungkin anak yang sial, hidup dan tumbuh di keluarga broken home, tanpa cinta dan kasih sayang. Tapi aku sendiri pun tak mau hidup ku seperti ini. Ku akui semua kebutuhan ku terpenuhi, tapi tak ada yang pernah tahu, hatiku ini dan hidup ku ini hampa rasanya.
Aku nyaris membenci hidupku sendiri, aku sendiri nyaris tak menghargai hidupku sendiri, dimana aku sendiri tahu, di rumah sakit sana ada banyak orang yang berjuang ingin bertahan hidup dengan Segala cara.
Bunuh diri aku takut berujung di neraka, ingin bertahan tak kuat rasanya.
Aku bahkan tak pernah menghisap rokok, minum alkohol , ataupun menjual diriku. Aku masih di jalan yang benar, aku tidak melakukan apa yang buruk dimata Tuhan dan orang tua ku. Tapi kenapa hidupku rasanya masih sial aja? Kenapa? Aku ingin bersabar lagi dan lagi, ingin melihat kenyataan, apakah janji Tuhan itu nyata? Jika aku bersabar di dalam kesesakan ini maka segalanya akan berakhir bahagia indah pada waktunya? Aku ingin lihat, aku masih ingin tabah dan sabar lagi, tapi Kenapa cobaan ini sangat berat sekali rasanya Tuhan? ?
Ingin pulang ke rumah sendiri tapi gak bisa pulang.
Punya orang tua tapi seperti tak punya orang tua.
Punya teman tapi tak seperti punya teman.
Sendiri itulah yang kualami .
Betapa sepinya hidup ini. Orang2 harusnya bersyukur, bisa tinggal dirumah bersama orang tua kalian. Bisa makan bersama, hidup bersama, dan beribadah bersama. Aku nyaris tak pernah sekalipun tinggal dan merasakan nya dengan mereka.
Aku hanya ingin bisa tinggal bersama mereka aja rasanya susah banget. Mungkin memang beginilah nasibku sudah digariskan . Aku punya ayah dan ibu, mereka bercerai 18 tahun yang lalu, 6 bulan kemudian ayahku menikah lagi, namun aku tak akur sama sekali dengan ibu tiri ku bahkan sampai hari ini. Ibu kandung ku sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Usiaku sudah 24 tahun, tapi ntah kenapa hidupku ini rasanya hampa.
Tapi tetap menunggu kebahagiaan itu datang, yang entah kapan datangnya, akupun tak tahu.
Sendirian di dunia ini, begini ternyata rasanya, mereka tak pernah mau tahu bagaimana perasaanku. Mereka hanya ingin tahu kalau aku hidup masih dalam jalur yang lurus atau tidak. Kalau aku tidak bisa mencapai apa yang mereka pikir aku harus capai, mereka anggap aku anak yang sial. Iya aku memang mungkin anak yang sial, hidup dan tumbuh di keluarga broken home, tanpa cinta dan kasih sayang. Tapi aku sendiri pun tak mau hidup ku seperti ini. Ku akui semua kebutuhan ku terpenuhi, tapi tak ada yang pernah tahu, hatiku ini dan hidup ku ini hampa rasanya.
Aku nyaris membenci hidupku sendiri, aku sendiri nyaris tak menghargai hidupku sendiri, dimana aku sendiri tahu, di rumah sakit sana ada banyak orang yang berjuang ingin bertahan hidup dengan Segala cara.
Bunuh diri aku takut berujung di neraka, ingin bertahan tak kuat rasanya.
Aku bahkan tak pernah menghisap rokok, minum alkohol , ataupun menjual diriku. Aku masih di jalan yang benar, aku tidak melakukan apa yang buruk dimata Tuhan dan orang tua ku. Tapi kenapa hidupku rasanya masih sial aja? Kenapa? Aku ingin bersabar lagi dan lagi, ingin melihat kenyataan, apakah janji Tuhan itu nyata? Jika aku bersabar di dalam kesesakan ini maka segalanya akan berakhir bahagia indah pada waktunya? Aku ingin lihat, aku masih ingin tabah dan sabar lagi, tapi Kenapa cobaan ini sangat berat sekali rasanya Tuhan? ?
Makna Kehidupan 2017
Jakarta, 20 Januari 2017
Halo readers . . .
Har ini gw lagi nikmati sepi ya hidup dari jendela kamar gw. Tiba-tiba aja gw kepingin nulis sesuatu di blog ini.
Apa arti hidup? Coba jawab dalam benakmu . Adakah diantara kamu yang sudah tahu apa arti hidup mu dan apa tujuannya? Jika ya, tinggalkan saja blog ini. 😁
Sambil duduk aku berpikir , apa artinya aku hidup? Apakah hanya sebatas membahagiakan orang tua ku karena akhirnya mereka memiliki seorang anak? Atau ada yang lain? Tapi jika emang ada yang lain, seharusnya hidupku lebih bermakna lagi.
Atau apakah aku belum tahu sama sekali apa tujuannya aku dilahirkan di dunia ini. Ada orang terlahir dengan penuh kebahagiaan , tapi aku sebaliknya .
Setelah kupelajari lagi tentang kehidupan ini, Sang Pencipta lah yang lebih tahu apa tujuan utama hidup . Jika kau bertanya secara manusia , kau mungkin tidak kan mendengar secara langsung jawabannya , tapi Dia akan menunjukkannya padamu .
Sejenak aku berfikir, orang yang terlahir bahagia bisa jadi hidupnya disempurnakan oleh yang tidak bahagia. Dia tahu dia bahagia , karena ada yang tidak bahagia disekitarnya . Jadi memang di dunia ini kita hanya akan menyadari kita bahagia kalau ada yang bersedih. Kita tahu kita berkecukupan kalau ada yang berkekurangan .
Jadi baik si miskin ataupun si kaya saling menyokong , dia tahu dia miskin karena ada si kaya. Begitupun si kaya . Sama halnya dengan si bahagia .
Jadi tujuan hidup dan makna hidup setiap orang itu berbeda , aku dan kamu, mereka dan kami. Kita punya rel kehidupan kita sendiri, berbeda kereta yang kita naiki , berbeda fasilitas yang kita terima, berbeda pula mungkin jalur yang kita lewati, tapi harus kita ingat. Tujuan akhir dari kereta kita tetap lah sama, yaitu keabadian .
Kita diciptakan dengan berkat yang berbeda - beda, tapi harus diingat , tujuan akhir kita adalah sama.
Halo readers . . .
Har ini gw lagi nikmati sepi ya hidup dari jendela kamar gw. Tiba-tiba aja gw kepingin nulis sesuatu di blog ini.
Apa arti hidup? Coba jawab dalam benakmu . Adakah diantara kamu yang sudah tahu apa arti hidup mu dan apa tujuannya? Jika ya, tinggalkan saja blog ini. 😁
Sambil duduk aku berpikir , apa artinya aku hidup? Apakah hanya sebatas membahagiakan orang tua ku karena akhirnya mereka memiliki seorang anak? Atau ada yang lain? Tapi jika emang ada yang lain, seharusnya hidupku lebih bermakna lagi.
Atau apakah aku belum tahu sama sekali apa tujuannya aku dilahirkan di dunia ini. Ada orang terlahir dengan penuh kebahagiaan , tapi aku sebaliknya .
Setelah kupelajari lagi tentang kehidupan ini, Sang Pencipta lah yang lebih tahu apa tujuan utama hidup . Jika kau bertanya secara manusia , kau mungkin tidak kan mendengar secara langsung jawabannya , tapi Dia akan menunjukkannya padamu .
Sejenak aku berfikir, orang yang terlahir bahagia bisa jadi hidupnya disempurnakan oleh yang tidak bahagia. Dia tahu dia bahagia , karena ada yang tidak bahagia disekitarnya . Jadi memang di dunia ini kita hanya akan menyadari kita bahagia kalau ada yang bersedih. Kita tahu kita berkecukupan kalau ada yang berkekurangan .
Jadi baik si miskin ataupun si kaya saling menyokong , dia tahu dia miskin karena ada si kaya. Begitupun si kaya . Sama halnya dengan si bahagia .
Jadi tujuan hidup dan makna hidup setiap orang itu berbeda , aku dan kamu, mereka dan kami. Kita punya rel kehidupan kita sendiri, berbeda kereta yang kita naiki , berbeda fasilitas yang kita terima, berbeda pula mungkin jalur yang kita lewati, tapi harus kita ingat. Tujuan akhir dari kereta kita tetap lah sama, yaitu keabadian .
Kita diciptakan dengan berkat yang berbeda - beda, tapi harus diingat , tujuan akhir kita adalah sama.
Kamis, 19 Januari 2017
Putus asa dan Ingin Mati.
Jakarta , 19 February 2017
Halo readers . .
Nama gw Yovita (nama samaran). Apa kalian mungkin pernah merasa ingin mati dan ingin bunuh diri dengan memotong urat nadi sendiri?
Ya. . Aku merasakannya, sekarang dan saat ini rasanya aku ingin mengakhiri hidupku.
Banyak penelitian yang mengatakan, perasaan orang yang putus asa dan Ingin bunuh diri adalah:
1. Menarik diri dari lingkungan masyarakat .
2. Selalu sendiri.
3. Menutup diri dan pikirannya .
4. Sensitif
5. Merasa tidak diinginkan.
6. Tidak diperdulikan
7. Merasa hidup sebatang kara.
Gw terlahir di keluarga yang sederhana, namun karena satu kejadian, orang tua ku bercerai saat aku masih SD , dalam jangka 6 bulan ayahku menikah lagi, dan aku memiliki ibu tiri. Sampai hari ini aku hidup tidak akur dengan dia. Aku membencinya, banyak luka bathin sejak aku kecil hingga aku dewasa yang dilakukannya, sederhana nya, aku hidup tidak bahagia. Maka dari itu, sejak kecil aku nyaris tidak oernah merasakan tinggal bersama orang tua.
SD aku tinggal dengan saudaraku, SMP aku tinggal di asrama, SMA aku tinggal di asrama, dan kuliah aku tinggal bersama saudara ku. Aku hidup dengan penuh perjuangan, aku iri dengan teman-teman ku yang memiliki orang tua yang akur.
Dan sekarang aku sudah lulus kuliah S1, dan sedang cari kerja, tapi sampai hari ini aku masih belum dapat pekerjaan. Ntah lah. Aku merasa hidupku ini selalu sial, aku merasa hidupku ini hanya menyusahkan, aku merasa kalau aku ini sangat menyedihkan. Aku ingin mengadu dan ingin cerita serta butuh dorongan dan dukungan tapi tak ada satu pun orang disisi ku. Ayahku tinggal di kota lain bersama istrinya, ibu kandung ku sudah meninggal , sahabat ku sibuk, temanku juga tidak ada di kota ini.
Aku selalu bertanya-tanya pada Tuhan, kenapa aku harus hidup seperti ini? Kenapa aku sangat menderita sampai aku dewasa? Kesalahan apa yang pernah ku lakukan sampai akhirnya aku harus menjalani kehidupan ku seperti ini?
Rasanya aku seperti hidup sendirian di dunia yang luas ini.
Rasanya aku ingin segera memotong urat nadiku, dan mengakhiri kesepian ini dan sakit dihatiku.
Aku ingin mati, tapi aku takut dengan Neraka. Tapi jika aku bertahan, rasanya aku sudah Mati.
Halo readers . .
Nama gw Yovita (nama samaran). Apa kalian mungkin pernah merasa ingin mati dan ingin bunuh diri dengan memotong urat nadi sendiri?
Ya. . Aku merasakannya, sekarang dan saat ini rasanya aku ingin mengakhiri hidupku.
Banyak penelitian yang mengatakan, perasaan orang yang putus asa dan Ingin bunuh diri adalah:
1. Menarik diri dari lingkungan masyarakat .
2. Selalu sendiri.
3. Menutup diri dan pikirannya .
4. Sensitif
5. Merasa tidak diinginkan.
6. Tidak diperdulikan
7. Merasa hidup sebatang kara.
Gw terlahir di keluarga yang sederhana, namun karena satu kejadian, orang tua ku bercerai saat aku masih SD , dalam jangka 6 bulan ayahku menikah lagi, dan aku memiliki ibu tiri. Sampai hari ini aku hidup tidak akur dengan dia. Aku membencinya, banyak luka bathin sejak aku kecil hingga aku dewasa yang dilakukannya, sederhana nya, aku hidup tidak bahagia. Maka dari itu, sejak kecil aku nyaris tidak oernah merasakan tinggal bersama orang tua.
SD aku tinggal dengan saudaraku, SMP aku tinggal di asrama, SMA aku tinggal di asrama, dan kuliah aku tinggal bersama saudara ku. Aku hidup dengan penuh perjuangan, aku iri dengan teman-teman ku yang memiliki orang tua yang akur.
Dan sekarang aku sudah lulus kuliah S1, dan sedang cari kerja, tapi sampai hari ini aku masih belum dapat pekerjaan. Ntah lah. Aku merasa hidupku ini selalu sial, aku merasa hidupku ini hanya menyusahkan, aku merasa kalau aku ini sangat menyedihkan. Aku ingin mengadu dan ingin cerita serta butuh dorongan dan dukungan tapi tak ada satu pun orang disisi ku. Ayahku tinggal di kota lain bersama istrinya, ibu kandung ku sudah meninggal , sahabat ku sibuk, temanku juga tidak ada di kota ini.
Aku selalu bertanya-tanya pada Tuhan, kenapa aku harus hidup seperti ini? Kenapa aku sangat menderita sampai aku dewasa? Kesalahan apa yang pernah ku lakukan sampai akhirnya aku harus menjalani kehidupan ku seperti ini?
Rasanya aku seperti hidup sendirian di dunia yang luas ini.
Rasanya aku ingin segera memotong urat nadiku, dan mengakhiri kesepian ini dan sakit dihatiku.
Aku ingin mati, tapi aku takut dengan Neraka. Tapi jika aku bertahan, rasanya aku sudah Mati.
Langganan:
Komentar (Atom)